Kontradiksi Emosi
Adakala
dimana saat kalian befikir tentang buruknya kalian, buruknya kalian sebagai
manusia. Semua hal yang telah kau kerjakan adalah sisa dari sebuah
keputusasaan. Pernahkah otak kalian memproses frasa itu ? Sungguh selama 18
Tahun,2 Bulan, 29 Hari, 9 Jam, 23 Menit, dan 53 Detik saya hidup, saya selalu
berfikir tentang apa arti hidup bagi saya? Kenapa saya dilahirkan? Kenapa harus
saya? Kenapa?
Waktu
terus bergulir. Lalu apakah saya akan terus menjadi saya yang seperti ini, saya
sengaja menuliskan, membuat lembar ini penuh dengan corak hitam bekas ketikan
seorang Irvan Permana. Sangat sengaja, 100% adalah sebuah kesadaran yang
terlibat langsung dengan dosa-dosa yang bergentayangan. Nafas ini sudah lama
berhembus, entah kapan nafas ini akan berhenti mengeluarkan CO2.
Mengingat
dan terus mengingat. Hidup hanya sekali. Waktu, tidak bisa diulang, dan saya
sebagai manusia sudah selayaknya mengerti, hidup merupakan sebuah rangkaian
yang berujung kematian. Lalu mengapa kadang emosi tidak bersahabat? Aku hanya ingin
menorehkan sebuah catatan sejarah yang mentereng tentang kehidupanku. Karena
seperti apa yang aku katakan.
Hidup hanya sekali, waktu tak bisa diulang
Comments
Post a Comment